Tampilkan postingan dengan label HAIBUN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HAIBUN. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2011

Titik Nol

by Dhini Aprilio on Friday, June 24, 2011 at 8:23pm

 Ibu dan kampung halaman bagaikan dua buah not berbeda yang memiliki satu arti. Dua hal yang sanggup mendamaikan resah geliat rindu. Disinilah kehidupan bermula. Dimana mereka mengayomi tumbuh kembang anak panah. Membasuh tingkah polah ceria dengan guyuran kasih sayang. Mendekap cela dengan rasa terima dan cinta.

Bertumbuh masa remaja. Ibu dan kampung halaman bernyanyi dengan nada yang berbeda. Menyesuaikan diri dengan ketajaman anak panah yang terus meraut kecerdasannya. Namun tetap melumurinya dengan cinta kasih dan pemahaman.

Masa dewasa. Ketika busur telah membentang. Dan anak panah siap melesat. Melentingkan badannya memecah angkasa, meraih mimpi. Tinggalkan ibu dan kampung halaman. Timbulkan sepi dan sunyi yang bernyanyi, melagukan airmata.

Padamu Ibu, kami pulang. Bertemu kita di titik nol. Senyum tulus tetap terlukis dalam damai wajahmu. Berlebih lagi, cintamu. Tak lekang oleh waktu.

belai lembutmu
torehkan bahagia
menghapus luka

Selasa, 21 Juni 2011

REINKARNASI



Hidup adalah sebuah repetisi.  Dimana aneka peristiwa yang telah ditelan waktu kembali terlahir, menggeliat  dan menancapkan kuasanya, di bawah lapisan atmosfer bumi pada zaman yang berbeda. Sehingga sanggup menggiring para pemujanya pada satu rasa keangkuhan, manusia zaman kini.

Pun tentang hidup dan mati. Kelahiran menggantikan proses kematian yang saling bergelut dengan pergiliran waktu. Kita hanyalah bagian, dan kelak akan menjadi sebuah masa lalu. Semoga amal kebaikan kita dapat terus hidup di muka bumi ini.

detik berlari
riuh rendah rotasi
kita menanti

Minggu, 19 Juni 2011

Maha Pemilik Segala

Kemana lagi kupinjam, detak jantung yang tinggal separuh. Kuhisap tak bersisa, hangat mentari yang menyeruak di langit fajar. Kuraup pancar sinar bintang yang bercengkrama di langit malam. Namun tak jua menggenapkan nafasku. Mereka pun ditenggelamkan sang waktu. Hanya, Kau.

tak ada lagi
nyanyian musim semi
penghibur hati

Jumat, 10 Juni 2011

Haibun #1 Lirik Hujan

by Dhini Aprilio on Friday, June 10, 2011 at 9:47pm

Gumpal awan hitam yang menggantung adalah sebuah repertoar. Menyediakan butirbutir kristal yang kelak menyemai bumi dengan rinainya. Yang akan menabur kisah tersendiri bagi setiap insan. Meruapkan aroma khas tanah basah. Serupa aroma kayu di hutan. Derainya melambungkan kenangan pada memori terpendam. Pun butirnya saat membasahi ujung kepala. Memaksa wajah tengadah tersenyum pada langit di atas sana. Selalu menikmati setiap lagu yang Ia sajikan.

rerintik itu
likat bagai renjana
kuras memori