Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Desember 2011

Sebab Kisahmu, Sobat

Oh, God.. Betapa pentingnya pendidikan moral sejak dini. Saat orangtua menanamkan sikap jujur dalam hal-hal kecil. Saat orangtua dengan sabar mengarahkan tentang hal yang baik atau tidak baik. Saat orangtua menanamkan rasa tanggung jawab dari hal yang paling sederhana.

Oh, God.. Itu semua akan terbawa hingga dewasa. Dan sangat menentukan kualitas hidup seseorang. Juga berpengaruh terhadap kebahagiaan orang-orang terdekatnya di kemudian hari.

Oh, God.. Engkaulah sebaik-baik pelindung. Betapa RasulMu sangat mencintai & lemah lembut terhadap anak-anak.

*Kisah sedih di siang hingga sore hari dari seorang inspirator* :'(

Senin, 15 Agustus 2011

Engkaulah Matahariku

Adalah dua buah kata yang selalu terucap ketika memeluk kedua buah hati. Karena begitulah adanya. Selalu ingin dan berusaha untuk menorehkan energi positif pada jiwa dan benak mereka semenjak kecil. Sehingga diharapkan kelak mereka menjadi anak-anak yang bahagia, tumbuh dengan rasa percaya diri dan memiliki motivasi yang tinggi. Hingga yakin dengan kemampuan yang dimiliki dan sanggup menjalani kehidupan dengan cara mereka sendiri. Semoga Allah selalu mencintai, menjaga dan melindungi mereka dan seluruh anak-anak di dunia. Aamiin.

Hingga, kumenemukan kalimat-kalimat yang juga terinspirasi dari matahari. Dalam sebuah novel motivasi dari Adenita, berjudul 9 Matahari. “Jangan pernah berhenti untuk menggenggam matahari,” adalah kalimat sarat makna yang dikutip dari novel tersebut. Ada apa dengan matahari?

Matahari  sebagai sumber energi, cahaya, dan sanggup menyinari seluruh alam semesta. Meski terkadang kehadirannya dikeluhkan oleh sebagian orang yang tidak sanggup menerima teriknya. Pun apabila ia hadir dengan kesenduan yang bergelayut. Begitulah kita, manusia yang belum terlatih untuk selalu bersyukur atas anugerah Allah. Bagaimanapun, matahari  selalu muncul setiap hari, memberikan apa yang bisa ia beri. Matahari mengajarkan kita untuk terus berbagi. Agar kita semakin memahami tentang peran setiap insan. Hingga akhirnya kita pun bisa merasakan bahwa jiwa kita hidup. Ya, dengan memberi, kita akan merasa bahagia.

..tetes air mata, mengalir di tengah gelak tawa, selamanya kita tak akan berhenti mengejar, matahari.. (by Ari Lasso)

Duhai, setiap insan memiliki peran yang harus dilakoni dengan seoptimal mungkin. Kobarkanlah semangat, tebarkanlah motivasi, yakin, dan cukupkanlah cinta hanya padaNya.

Kalau menginginkan kemakmuran satu tahun, tanamlah gandum. Kalau menginginkan kemakmuran sepuluh tahun, tanamlah pohon. Kalau menginginkan kemakmuran seratus tahun, kembangkanlah orang (Pepatah Cina).

Semoga Allah memudahkan dan meridhoi gerak langkah kita semua. Aamiin..


Sabtu, 04 Juni 2011

Dan Mereka Pun Tersenyum

by Dhini Aprilio on Wednesday, May 25, 2011 at 6:16am

          Cerita ini berawal di pagi hari, sepulang dari membeli bubur ayam di suatu sudut jalan Ciganitri. Ketika sedang asyik berjalan sembari menikmati segarnya udara pagi, saya berpapasan dengan truk pengangkut sampah domestik. Kebetulan truk tersebut sedang berhenti, dan secara otomatis saya menyaksikan aktifitas yang sedang mereka lakukan di dalam bak truk itu. Tampak dua orang sedang memilah-milah sampah. Sementara sekitar tiga orang lainnya mengumpulkan sampah dari setiap rumah yang dilewati. Sungguh miris begitu melihat cara mereka memperlakukan sampah-sampah tersebut. Ternyata mereka menyobek-nyobekkan setiap plastik pembungkus sampah, memburaikan isinya, dan memisahkan plastik-plastik pembungkus tersebut dari isinya yang beraneka ragam. Plastik pembungkus dan botol-botol bekas mereka pisahkan ke dalam karung tersendiri, sementara isinya yang lain mereka campur adukkan. Sehingga di antara sampah-sampah yang berserakan itu dapat saling bertegur sapa. Atau mungkin dapat menjalin hubungan yang lebih serius dari sekedar hanya teman biasa. Ya, segala sesuatu memiliki kehidupan tersendiri bukan?

          Ugh. Terbayang, betapa sedapnya aroma yang terhirup oleh mereka yang dengan santainya melakukan hal itu. Dengan pakaian kotor, tanpa masker dan sarung tangan. Hanya pakaian dekil dan alas kaki seadanya. Ada pula yang celana panjangnya dililit oleh beberapa lembar plastik hitam, entah apa maksudnya. Yang terpikir adalah betapa besarnya jasa mereka. Alangkah banyak pahala yang akan mereka terima atas kerja keras itu. Membersihkan dan menghilangkan tumpukan sampah dari ratusan rumah yang berjejer rapi.

            Sementara, para penghuni rumah dengan santainya membuang beraneka ragam sampah, membungkusnya dalam plastik – plastik yang tidak ramah lingkungan, dan plung, membuangnya ke dalam tong sampah utama di halaman depan rumah. Ada pepatah bijak yang mengatakan. Lakukanlah hal bermanfaat, sekecil apapun yang bisa kita lakukan. Meski hanya sedikit, tetapi tidak ada yang tahu, bahwa, kelak perbuatan kita akan menjadi besar dan dapat bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

            Hal paling mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan memisahkan sampah plastik, dus-dus bekas wadah makanan, botol-botol bekas minuman apapun, ke dalam wadah terpisah. Dan tidak membuangnya ke dalam tong sampah yang bercampur dengan sampah dapur, seperti sisa-sisa sayuran bekas memasak. Sebaiknya kita kumpulkan terlebih dahulu, sedikit demi sedikit untuk kemudian memberikannya langsung kepada para pemulung yang kebetulan lewat rumah kita.

            Alangkah senang melihat wajah-wajah mereka saat menerima kumpulan sampah anorganik itu. Walaupun hanya sekedar sampah, tapi kita telah memberikan  kebahagiaan bagi orang lain. Juga meringankan pekerjaan mereka, sehingga tidak perlu mengais-ngais dari tong sampah kita, dan secara tidak langsung kita pun turut menjaga kelestarian lingkungan. Karena limbah plastik itu tidak dapat terurai secara alami, membutuhkan waktu 80 tahun untuk dapat mengurainya. Kita serahkan kehidupan sampah anorganik itu selanjutnya kepada para pemulung, yang pasti tahu lebih banyak dari kita, tentang apa yang harus mereka lakukan terhadapnya.
Marilah kita berbuat sedikit untuk kebahagiaan orang lain. Dimulai dari sekarang. Hanya dengan memanggil, “Mang..”  Dan berikanlah bingkisan sampah anorganik tersebut kepada mereka. Dan kitapun akan melihat mereka tersenyum bahagia ketika menerimanya, seperti saat kita menerima uang berjuta-juta.  Betapa bahagianya. Cobalah, dan kitapun akan memahami arti senyum mereka.

(Sekedar informasi hasil googling, pada tahun 1980, di Inggris dan Italia, plastik daur ulang dapat diolah menjadi tiang telepon, sebagai pengganti tiang besi dan kayu. Sedangkan di Swedia limbah plastik pun dapat diolah menjadi bata plastik).

Jumat, 27 Mei 2011

Unpredictable

by Dhini Aprilio on Saturday, January 16, 2010 at 12:39am
 
Hidup memang butuh perjuangan. Berjuanglah untuk hal-hal yang kau pandang layak 'tuk di perjuangkan. Jangan anggap sepele keinginan itu. Fokus. Renungkan. Apa benar titik lajumu!. Dan siaplah 'tuk susun langkah. Jangan menyerah sebelum mencoba.Semua manusia tak ada beda. Raih hasratmu. Atau sesal kan menghampiri di masa depan. Hanya karena ke tidak percayadirianmu. Dus..amat teramat disayangkan. Tak apa luka tertoreh di hatimu. Tapi langkah tlah kau ukir. Lebih berdaya .Tangguh!. Allah menilai usaha...

Kembali Kepada Tuhan - Jalaluddin Rumi

by Dhini Aprilio on Friday, June 18, 2010 at 10:15pm
 
Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka, maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak, maka merangkaklah kepadaNya!
Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, maka tetaplah persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan; karena Tuhan dengan rahmatNya akan tetap menerima mata wang palsumu!
Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan, maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja. Begitulah caranya! Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji, ayuhlah datang, dan datanglah lagi! Kerana Tuhan telah berfirman:
" Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang, ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu."

Belajar dari Ilalang

by Dhini Aprilio on Monday, June 28, 2010 at 3:01pm
 
(Mengutip dari buku Pelangi Islam 1 Ragam Corak Pemahaman Islam. Penerbit Khazanah Intelektual)

Cendekiawan besar Pakistan 'Allamah Abul A'la Maududi mengatakan bahwa jika perjuangan yang kita hadapi dapat kita ibaratkan membabat ilalang ribuan hektar, sedangkan kita hanya punya sebilah pisau. Lakukanlah. Gunakan pisau sebaik-baiknya dan tunjukkanlah kepada Allah bahwa engkau sungguh-sungguh dalam bekerja.

Apapun hasilnya kerjakanlah. Allah Yang Maha Tahu sedang melihatmu. Jika dia melihatmua bersungguh-sungguh menggunakan pisaumu, esok atau lusa Dia akan memberimu golok. Gunakanlah golokmu sebaik-baiknya, dan bersungguh-sungguhlah dalam bekerja, sebab jika engkau sudah pandai menggunakan golok, kapan-kapan Allah akan memberimu traktor. Jika sudah begitu, apa yang tidak dapat kamu lakukan..


(That's inspiring me a lot..)
 
 

Dan Mereka Pun Tersenyum

by Dhini Aprilio on Wednesday, May 25, 2011 at 6:16am
 
          Cerita ini berawal di pagi hari, sepulang dari membeli bubur ayam di suatu sudut jalan Ciganitri. Ketika sedang asyik berjalan sembari menikmati segarnya udara pagi, saya berpapasan dengan truk pengangkut sampah domestik. Kebetulan truk tersebut sedang berhenti, dan secara otomatis saya menyaksikan aktifitas yang sedang mereka lakukan di dalam bak truk itu. Tampak dua orang sedang memilah-milah sampah. Sementara sekitar tiga orang lainnya mengumpulkan sampah dari setiap rumah yang dilewati. Sungguh miris begitu melihat cara mereka memperlakukan sampah-sampah tersebut. Ternyata mereka menyobek-nyobekkan setiap plastik pembungkus sampah, memburaikan isinya, dan memisahkan plastik-plastik pembungkus tersebut dari isinya yang beraneka ragam. Plastik pembungkus dan botol-botol bekas mereka pisahkan ke dalam karung tersendiri, sementara isinya yang lain mereka campur adukkan. Sehingga di antara sampah-sampah yang berserakan itu dapat saling bertegur sapa. Atau mungkin dapat menjalin hubungan yang lebih serius dari sekedar hanya teman biasa. Ya, segala sesuatu memiliki kehidupan tersendiri bukan?

          Ugh. Terbayang, betapa sedapnya aroma yang terhirup oleh mereka yang dengan santainya melakukan hal itu. Dengan pakaian kotor, tanpa masker dan sarung tangan. Hanya pakaian dekil dan alas kaki seadanya. Ada pula yang celana panjangnya dililit oleh beberapa lembar plastik hitam, entah apa maksudnya. Yang terpikir adalah betapa besarnya jasa mereka. Alangkah banyak pahala yang akan mereka terima atas kerja keras itu. Membersihkan dan menghilangkan tumpukan sampah dari ratusan rumah yang berjejer rapi.

            Sementara, para penghuni rumah dengan santainya membuang beraneka ragam sampah, membungkusnya dalam plastik – plastik yang tidak ramah lingkungan, dan plung, membuangnya ke dalam tong sampah utama di halaman depan rumah. Ada pepatah bijak yang mengatakan. Lakukanlah hal bermanfaat, sekecil apapun yang bisa kita lakukan. Meski hanya sedikit, tetapi tidak ada yang tahu, bahwa, kelak perbuatan kita akan menjadi besar dan dapat bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

            Hal paling mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan memisahkan sampah plastik, dus-dus bekas wadah makanan, botol-botol bekas minuman apapun, ke dalam wadah terpisah. Dan tidak membuangnya ke dalam tong sampah yang bercampur dengan sampah dapur, seperti sisa-sisa sayuran bekas memasak. Sebaiknya kita kumpulkan terlebih dahulu, sedikit demi sedikit untuk kemudian memberikannya langsung kepada para pemulung yang kebetulan lewat rumah kita.

            Alangkah senang melihat wajah-wajah mereka saat menerima kumpulan sampah anorganik itu. Walaupun hanya sekedar sampah, tapi kita telah memberikan  kebahagiaan bagi orang lain. Juga meringankan pekerjaan mereka, sehingga tidak perlu mengais-ngais dari tong sampah kita, dan secara tidak langsung kita pun turut menjaga kelestarian lingkungan. Karena limbah plastik itu tidak dapat terurai secara alami, membutuhkan waktu 80 tahun untuk dapat mengurainya. Kita serahkan kehidupan sampah anorganik itu selanjutnya kepada para pemulung, yang pasti tahu lebih banyak dari kita, tentang apa yang harus mereka lakukan terhadapnya.
Marilah kita berbuat sedikit untuk kebahagiaan orang lain. Dimulai dari sekarang. Hanya dengan memanggil, “Mang..”  Dan berikanlah bingkisan sampah anorganik tersebut kepada mereka. Dan kitapun akan melihat mereka tersenyum bahagia ketika menerimanya, seperti saat kita menerima uang berjuta-juta.  Betapa bahagianya. Cobalah, dan kitapun akan memahami arti senyum mereka.

(Sekedar informasi hasil googling, pada tahun 1980, di Inggris dan Italia, plastik daur ulang dapat diolah menjadi tiang telepon, sebagai pengganti tiang besi dan kayu. Sedangkan di Swedia limbah plastik pun dapat diolah menjadi bata plastik).

Jumat, 20 Mei 2011

Maknai Hidup dengan Menulis

by Dhini Aprilio on Friday, August 13, 2010 at 2:28am
 
      Setiap manusia pasti pernah merasakan  kegelisahan, keterpurukan, ketidakberdayaan, dan berbagai emosi negatif lainnya. Dimana cara menyelesaikan masalahnya  juga berbeda-beda. Alangkah baiknya apabila emosi negatif  itu kita ungkapkan dalam bentuk tulisan. Niscaya kegelisahan menghilang, dan emosi pun kembali stabil seiring dengan tinta yang mengalir.
     Manusia dengan beragam profesi pasti mempunyai masalah dalam hidupnya. Ujian hidup setiap orang pasti berbeda. Karena Allah tidak akan memberi ujian kepada manusia diluar batas kemampuannya. Ada yang diuji dengan kesedihan, kemiskinan, keterbatasan, juga ada yang diuji dengan kebahagiaan dan harta yang berlimpah. Bila kita melihat masalah orang lain pasti yang terlintas dalam fikiran kita adalah,"Oh, ternyata ia memiliki masalah yang lebih berat daripada aku. Berarti aku harus lebih bersyukur." Begitupun sebaliknya. Perdana Wahyu Sentosa yang diinspirasi oleh Anthony Dio Martin, mengatakan, bahwa tipe manusia dalam menghadapi masalah berbeda-beda. Ada lima tipe yang diungkapkannya.
     Pertama,tipe kayu rapuh. Yaitu tipe orang yang apabila mendapat sedikit tekanan akan membuatnya mudah mengeluh dan berputus asa. Diperlukan latihan untuk dapat belajar  berpikir positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
     Kedua,tipe lempeng besi. Yaitu tipe orang yang mampu bertahan dalam tekanan tapi pada awalnya saja. Bila permasalahan semakin rumit maka ia mulai goyah, bengkok, dan jiwanya menjadi tidak stabil.
     Ketiga,tipe kapas. Yaitu tipe orang yang cukup lentur bila berhadapan dengan masalah. Setelah masalah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Orang dengan tipe ini memiliki kemampuan adaptif cukup tinggi, cenderung pasif (Jawa:nrimo) dan sabar menanti sampai kondisi kembali membaik. Pada umumnya tipe ini sudah memiliki kemampuan spiritual yang baik.
     Keempat,tipe manusia bola karet.  Ini adalah tipe yang ideal dan terhebat. Karena dengan adanya masalah akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, lebih kreatif, semakin taktis dan strategis. Kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional dalam jiwanya cukup tinggi. Orang jenis ini mampu bertahan dan berbalik sukses dalam situasi buruk sekalipun.
     Kelima,tipe manusia lilin. Yaitu orang yang memiliki karakter yang unik, fleksibel,bijaksana dan senantiasa menjadi penerang bagi orang lain. Fleksibelitas tipe orang ini ditentukan oleh kebijaksanaannya dalam melihat hidup. Contoh: novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky, yang meringkuk di dalam penjara Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya. Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia akhirnya menjadi sastrawan kaliber dunia. Hal ini juga dialami Pramoedya Ananta Toer. Sastrawan Indonesia yang menghabiskan separuh hidupnya di penjara pulau Buru. Namun Pram tetap mampu meraih berbagai penghargaan sastra tingkat dunia dan menjadi satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar Kandidat Pemenang Nobel Sastra.

Menulislah,dan Kaupun Tersenyum

     Memang sikap hidup yang negatif, mudah frustasi (tipe kayu rapuh), dan sikap 'nrimo' terhadap masalah (tipe kapas), tidak cukup diselesaikan hanya dengan mendatangi biro konsultasi. Karena  sedikit sekali mendatangkan kebahagiaandan dan kepuasan batin. Selain dari itu  masih dibutuhkan usaha yang lebih baik untuk membangun mental dan pola pikir positif . Lebih baik permasalahan yang ada kita evaluasi, pasrahkan pada Allah, dan  kita curahkan dalam bentuk tulisan.
     Sehingga dengan menulis jiwa menjadi semakin terasah dan terbangun, juga dapat membangkitkan rasa percaya diri untuk berani mencurahkan segala perasaan dan menyampaikan apresiasi, meningkatkan intelektualitas dan aktualisasi diri, juga akan menumbuhkan motivasi yang kuat.
     Seperti halnya, Anne Frank, seorang perempuan kaum Yahudi yang menulis sebuah buku harian ketika ia bersembunyi bersama keluarga dan keempat temannya di Amsterdam semasa pendudukan Nazi di Belanda pada masa Perang Dunia II. Dimana karya tulisnya bisa menjadi sumber inspirasi untuk  banyak orang dan menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia. Buku harian yang digambarkan sebagai karya yang dewasa dan berwawasan ini menyodorkan potret kehidupan sehari-hari yang mendalam di bawah pendudukan Nazi.
     Dengan demikian dari mencermati karya tulis Anne Frank, Pramoedya Ananta Toerdan novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky telah  membuktikan pada dunia bahwa dalam situasi yang tertekan sekalipun setiap orang bisa mengeksplorasi kreatifitasnya untuk menghasilkan sebuah karya tulis demi meningkatkan intelektualitas dan aktualisasi diri, asalkan didukung oleh motivasi yang kuat dan semangat pantang menyerah. Mengutip pepatah Arab kuno: tinta yang paling pudarpun masih lebih jelas dibandingkan dengan ingatan. Jadi menulislah, dengan menulis aku berpikir, maka aku ada.

Selasa, 17 Mei 2011

Pengejewantahan Motivasi dalam Hidup

by Dhini Aprilio on Wednesday, February 2, 2011 at 12:45am
Setiap orang pasti pernah mengucapkan seribu satu alasan untuk menjawab sebuah pertanyaan, "Apa motivasi kamu mengikuti bla bla bla..." Setiap mengikuti kegiatan apapun kita pasti tidak lepas dari embel-embel motivasi. Di darat, laut, udara selalu ada kata motivasi yang mengiringi setiap langkah manusia. Motivasi itu terpatri kuat dalam diri. Melekat kuat kemarin, kini dan nanti.

Kalau dipaksa untuk mendefinisikan motivasi saya akan menyusun kata-kata yang paling mewakilkan kata itu dan berhubungan erat dengan pengalaman hidup. Sesuatu yang mendorong, penyemangat, menjadi sebab kita untuk melakukan sesuatu. Itu motivasi.

Sejauh Mana Pentingnya Motivasi?
Itu semua tergantung kepada setiap individu. Kenapa coba? Karena ada sebagian orang yang melakukan sesuatu dengan alasan dia senang melakukan hal itu tanpa mau pusing memikirkan, "Kenapa aku harus melakukan ini?". Ada juga yang melakukan sesuatu tanpa tau kenapa sampai dia rela melakukan hal tersebut. Padahal yang di lakukan tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. Kemudian ada yang melakukan sesuatu karena tanpa sengaja telah jatuh hati pada pekerjaan yang ia lakukan. Kemudian sebagian lagi ada yang mau melakukan sesuatu asalkan memiliki alasan yang jelas dan masuk akal baginya. Dengan perhitungan ia tidak ingin membuang-buang waktu untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat. Terlepas dari arti pentingnya motivasi, menurut pendapat saya, motivasi itu sah-sah saja. Mungkin itu jawaban yang terlihat tidak mau ambil pusing. Menurut saya efeknya yang lebih besar dari sekedar kepentingannya.

Ya. Itu semua terasa dan baru terfikirkan sekarang ketika sudah memiliki anak-anak. Sebagai orangtua tentu menginginkan yang terbaik buat mereka. Jadi difikirkanlah bagaimana cara mendidik yang baik agar kelak mereka selalu memiliki semangat yang tinggi untuk mengarungi kehidupan ini. Kehidupan yang kita tidak pernah tahu kapan akan berhenti, akan seperti apa kita nanti. Hanya semangat yang harus dimiliki untuk menjawab semua tantangan zaman. Semangat, semangat dan semangat. Semangat yang menggebu akan mampu menyingkirkan segala duka nestapa. Akan mampu melintas aral melintang, akan mampu membangkitkan diri dari kemalasan dan kegagalan. Dengan semangat akan mampu mengejar apa yang kita cita-citakan. Dengan semangat kita akan memiliki obsesi yang harus diwujudkan dengan perjuangan tanpa henti. Dengan semangat yang membara kita akan mampu menjadi seperti apa yang kita inginkan.

Semangat sangat baik untuk dimiliki oleh setiap insan. Tanpa semangat apalah arti hidup ini. Pada hitungan jari mungkin kita akan jatuh lunglai apabila di dera angin musim yang berubah-ubah arah. Tanpa semangat, mungkin kita tidak akan menjadi apa-apa dan hanya berjalan di tempat. Tanpa semangat enggan akan selalu meraja. Tidak mudah memang menimbulkan semangat. Ya. Itulah efek yang ditimbulkan oleh sebuah motivasi. Motivasi akan menghadirkan semangat pada jiwa manusia untuk selalu melakukan segala sesuatu yang terbaik demi keberlangsungan hidup. Semoga semangat selalu menjelma dalam diri kita demi keberlangsungan anak cucu kita. Semangat dengan iman dan takwa. SEMANGAT!!!


Menulis Ceriakan Hari

by Dhini Aprilio on Wednesday, February 16, 2011 at 12:44am
Apa benar menulis bisa menyehatkan? Itulah pertanyaan yang terbersit di kepala setelah membaca sebuah buku yang menjelaskan tentang cara cepat dan bermanfaat untuk merangsang munculnya potensi menulis. Setelah membaca lebih jauh, maka terbetik makna dari buku tersebut, bahwa dengan menulis kita akan merasakan suatu kondisi dimana fisik dan psikologis menjadi rileks, nyaman, dan lebih tenang.

 Setelah menghadapi masalah yang tak kunjung selesai, kepenatan di tempat bekerja, rasa bosan yang merasuk jiwa, kekecewaan terhadap pasangan, rekan kerja, sahabat, anak, orang tua. Ataupun adanya rasa tidak nyaman yang timbul dari dalam diri, misalnya rasa tidak percaya diri, kemarahan yang meluap-luap, maka dengan menulis dan menceritakan perasaan tersebut kita dapat bernafas lega dan melangkah dengan ringan, kembali beraktifitas penuh semangat.

Hal itu disebabkan karena beban yang membuncah di dalam rongga dada telah berhasil dikeluarkan dengan selamat, melalui tanda baca, tanda seru, huruf besar, dan berbagai macam kosa kata tanpa menimbulkan kerugian bagi orang lain. Karena kita telah berhasil memverbalkan emosi yang menggebu-gebu.

Selain itu dengan menuangkannya dalam tulisan, maka kita tidak membuat emosi kembali tenggelam di kedalaman relung hati. Apabila hal itu terjadi maka akan semakin sulit diraih dan dapat menyebabkan terganggunya aktifitas. Karena terus terbayang akan kegalauan yang belum usai. Oleh sebab itu alangkah baiknya apabila kita membiasakan diri untuk selalu mewarnai hari-hari dengan menuliskan aneka ragam peristiwa dan perasaan yang melanda.

Selain itu dengan mengungkapkan isi hati dalam bentuk  tulisan, secara tidak langsung hal itu dapat menguraikan detil perasaan kita. Sehingga apabila kita membacanya lagi, akan semakin terpahami apa sesungguhnya yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan yang kita hadapi. Diharapkan dengan memahami diri sendiri dan mengerti akar permasalahan yang muncul, kita dapat menyusun langkah baru untuk secara bertahap dapat menyelesaikan permasalahan itu. Juga akan terbentuk paradigma baru dalam memandang kehidupan yang akan kita jalani di masa depan.

Di sisi lain, dengan membaca tulisan yang telah kita goreskan, kita akan menyadari betapa ajaibnya kemampuan kita. Terkadang kita bertanya-tanya sendiri, “Bagaimana aku bisa mengeluarkan kata-kata seperti ini?. Bagaimana bisa ya?” Itulah senangnya kalau kita sudah menghasilkan sebuah tulisan. Banyak efek samping yang bisa kita rasakan, baik ketika proses menulis ataupun ketika kita membaca hasil tulisan kita.

Selain itu dengan membaca tulisan orang lain pun, hati kita bisa terhibur. Baik itu membaca novel, cerpen, kumpulan puisi, artikel, opini, atau apapun juga bentuk tulisannya. Terkadang tanpa terasa kita pun hanyut dalam isi bacaan itu, bahkan sampai  menangis dibuatnya.

Setelah mengetahui manfaat dari menulis, sudah selayaknya kita menyempatkan diri untuk melakukan hal itu setiap hari. Sehingga diharapkan kegiatan menulis menjadi kebiasaan yang selalu kita lakukan dan membudayakannya dalam tiap segi kehidupan. Dan semoga kita bisa merasakan manfaatnya, baik untuk masa sekarang ataupun masa depan. Apakah kita ingin seperti yang dikatakan oleh seorang penulis ternama, Fatima Mernissi, dalam buku Quantum Writing, bahwa, dengan menulis setiap hari niscaya kulit kita akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaatnya yang luar biasa. Dan bahwa, menulis lebih baik ketimbang operasi pengencangan kulit wajah. Ingin membuktikan? Selamat menulis. :)



Jumat, 05 November 2010

freewriting

just free..
just free
take a breath..
and enjoy your life


terkadang ada pertanyaan dan keanehan yang berputar-putar di sekitar. sungguh aneh tapi nyata. semua yang tidak pernah dibayangkan, dipikirkan, terjadi begitu saja. Bloom! seperti letusan balon yang tidak bisa diprediksi kapan akan meletus.

hidup memang tidak mudah. itu yang terasa. setiap orang dianugerahi pengalaman indah yang berbeda. itulah mengapa tidak layak kita membanding-bandingkan satu orang dengan yang lainnya. sangat tidak diizinkan untuk mencemooh orang lain. sekecil apapun. karena bisa jadi hal itu menimpa kita. mau bilang apa? kita belajar dari kesombongan masa lalu. dan diberi kesempatan untuk belajar dari hal itu sekarang. entah sampai kapan. kembali waktu yang menjadi sandaran. biarlah waktu yang menjawab. kelak waktu akan menua dan menemukan akhir hidupnya berpulang pada Sang Pencipta bersama iring-iringan makhluk bernyawa yang masih tersisa di dunia.